Showing posts with label materi kimia. Show all posts
Showing posts with label materi kimia. Show all posts

Wednesday, October 24, 2012

Transisi elektronik pada tingkat energi dalam suatu molekul

Transisi elektronik yang terjadi diantara tingkat-tingkat energi didalam suatu molekul ada 4 yaitu
1. sigma => sigma star
pada transisi ini energi yang diperlukan besarnya sesuai dengan energi sinar yang frekuensinya terletak diantara UV vakum (kurang dari 180 nm). misal jenis ikatan C-H mempunyai pita serapan elektron sigma pada panjang gelombang 125 nm, sementara etana mempunyai pita serapan 135 nm yakni untuk transisi elektron C-C. kekuatan ikatan C-C pada etana lebih kecil dibanding dengan C-H pada metana sehingga energi yang diperlukan juga lebih kecil. akibat pita serapannya terjadi pada panjang gelombang yang besar (ingat panjang gelombang berbanding terbalik dengan energi). jenis transisi ini kurang bermanfaat untyk analisis dengan spektrofotometri UV-Vis
2. non bonding elektron => sigma star
terjadi pada senyawa organik jenuh yang mengandug atom-atom yang memiliki elektron bukan ikatan (elektron n). energi yang diperlukan untuk transisi ini lebih kecil dari pada transisi no.1. sehingga sinar yang diserap mempunyai panjang gelombang lebih panjang yakni 150-250 nm.
3 dan 4. non bonding elektron => phi star dan phi ke => phi star
untuk memungkinkan terjadinya transisi ini senyawa kimia harus memunyai gugus fungsional yang tidak jenuh sehingga ikatan rangkap dalam gugus tersebut memberikan orbital phi yang diperlukan. jenis transisi ini yang paling cocok untuk analisis obat sebab sesuai dengan panjang gelombang antara 200-700 nm, dan panjang gelombang ini dapat diaplikasikan pada spektrofotometer.

diambil dari buku radiasi elektromagnetik, spektrofotometri UV-Vis dan spektrofotometri infra merah oleh ROIHATUL MUTI'AH, M.JES, APT 

Monday, August 27, 2012

Pembuatan Yoghurt Versi Mahasiswa

Yoghurt versi mahasiswa
Pada kehidupan mahasiswa kita sering menjumpai produk susu hasil fermentasi yang dikemas dalam wadah kecil, produk itu biasa dipanggil dengan sebutan YOGHURT. Yoghurt adalah suatu produk bernilai tinggi yang berasal dari susu sapi murni/asli (belum dicampuri apapun) yang kemudian diproses lebih lanjut. disamping harga jual yang tinggi, ternyata yoghurt juga memiliki banyak sekali manfaat dibandingkan dengan susu asli loh. salah satunya yaitu bisa mengobati rasa nyeri ketika datang haid, bisa melangsingkan tubuh (katanya sih) dan banyak lagi yang tidak mungkin penulis tulis semua disini. langsung saja
Dari sini penulis akan memberikan hal-hal yang perlu disiapkan sebelum kita memulai pada proses pembuatan yoghurt.
1. beli produk yoghurt di toko terdekat, biasanya saya beli di indomart atau di mal, ada yang dalam bentuk cair dan ada yang krim. (nama produknya terserah), misalnya produk A yang krim berisi 100 ml
2. siapkan gula putih yang sudah dicairkan (biar lebih mudah tercampur)
3. mangkuk kecil (untuk kemasan yoghurt nya)
4. tisu (sebagai tutup waktu pendiaman yogurt selama 24 jam)

Cara pembuatan yoghurt versi mahasiswa :
1. siapkan susu sapi asli dan murni (belum dicampuri apapun) sebanyak 1 liter
2. panaskan pada suhu 70 derajat celcius (bahasa umumnya : tidak sampai mendidih)
3. taruh diwadah dan biarkan sampai dingin
4. tuangkan yoghurt produk A  (krim) 100 ml ke dalam susu (sebagai starter)
5. beri gula secukupnya
6. taruh dalam wadah dan tutup dengan tisu atau kain (pokoknya yang ada sirkulasi udara)
7. diamkan selama 24 jam
8. terdapat dua lapisan (bawah : yoghurt cair, atas : yoghurt krim)
9. yoghurt krim bisa dijadikan sebagai starter untuk pembuatan yoghurt selanjutnya
10.yoghurt cair bisa dimasukkan kedalam kemasan dan dihiasi dengan irisan kecil buah atau mungkin agar-agar (biar lebih menarik)

Nb : pokoknya dalam pemberian yoghurt (no.4) itu 1 berbanding 10 dengan jumlah susunya, kalau susunya 1 liter maka yoghurt krimnya 100 ml. ok

Sunday, July 29, 2012

Kromatografi Kolom dan Permasalahnnya


Kromatografi Kolom
Kromatografi merupakan salah satu metode pemisahan kromatografi konvnsional yang bersejarah karena dari sinilah bermula metode kromatografi. Gambar disamping memperlihatkan diagram pemisahan kromatografi kolom. Kolom gelas dengan kran pada slah satu ujungnya didisi oleh fasa diam berupa silica atau alumina. Ukuran diameter partikl fasa diam berkisar 100 µm. Campuran yang akan dipisahkan dituangkan pada bagian atas kolomyang berisi fasa diam. Begitu pula fasa gerak berupa pelarut organik seperti heksan atau eter dialirkan dari bagian atas kolom. Komponen-komponen yang telah terpisah dari campurannyabergerak terbawa fasa gerak ke bawah kolom. Jumlah komponen penyusun campurandapat terlihat sebagai cincin-cincin berwarna sepanjang kolom gelas. Akhirnya, komponen-komponen campuran dari meninggalkan kolom gelas satu persatudan dapat ditampung pada tempat yang berbeda.
Metode pemisahan kromatografi kolom ini memerlukan bahan kimia yang cukup banyak sebagai fasa diam dan fasa gerak, bergantung pada ukuran kolom gelas. Untuk melakukan pemisahan campuran dengan metode kromatografi kolom diperlukan waktu yang relatif lama, bisa berjam-jam hanya untuk memisahkan satu campuran. Selain itu, hasil pemisahan kurang jelas artinya kadang-kadang sukar mendapatkan pemisahan secara sempurna karena pita komponen yang satu bertumpang tindih dengan komponen lainnya. Masalah waktu yang lama disebabkan laju alir fasa gerak hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Ukuran diameter partikel yang cukup besar membuat luas pemukaan fasa diam relatif keci sehingga tempat untuk brinteraksi antara komponen-komponen dengan fasa diam menjadi terbatas. Apabila ukuran diameter partikel diperkecil supaya luas permukaan fasa diam bertambah maka menyebabkan semakin lambatnya aliran fasa gerak atau fasa gerak tidak mengalir sama sekali. Selain itu fasa diam yang sudah terpakai tidak dapat digunakan lagi untuk pemisahan campuran yang lain karena sukar meregenerasi fasa diam.

artikel ini diambil dari buku sumar hendayana, Ph.D.

Elektroforesis dan Permasalahannya


Elektroforesis
Berbeda dengan metode kromatografi, metode pemisahan elektroforesis memanfaatkan karaktristik medan listrik. Sumber arus searah bertegangan bsar merupakan salah satu komponen utama dalam metode elektroforesis. Larutan buffer diperlukan sebagai larutan elektrolit untuk menghantarkan arus listrik. Larutan buffer juga berperan menjaga pH karena muatan partikel komponen bergantung pada pH. Kertas saring atau gel bertindak sebagai media dalam percobaan elektroforesis. Gambar disamping memperlihatkan pemisahan dengan metode elektroforesis.
Campuran asam amino atau protein dapat dipisahkan dengan metode elektroforesis. Asam amino bisa bermuatan positif, negatif atau netral brgantung pada kondisi pH larutan. Ketiga jenis muatan asam amino bisa berada bersama-sama bila larutan asam amino dikondisikan pada harga pH tertentu dan kita bisa mengontrolnya melalui pengetahuan harag titik isoelektrik suatu asam amino. Sebagai contoh, glisin mempunyai harga titik isoelektrik 5,97 yang berarti pada pH 5,97glisin bersifat netral. Glisin bermuatan positif pada pH larutan dibawah 5,97, sebaliknya glisin bermuatan negatif pada pH diatas 5,97.
Biasanya analisis klinis elektroforesis serum dilakukan pada media krtas selulosa asetat dengan pH buffer 8,6. Pada pH ini semua protein  serum normal bermuatan negatif dan dalam sel elektroforesis semua protein bergerak ke anoda.
Pemisahan melalui metode elektroforesis memerlukan waktu yang relatif lama dalam kisaran jam. Kecepatan pemisahan dapat ditingkatkan melalui penambahan tegangan listrik searah yang digunakan. Akan tetapi, peningkatan tegangan listrik searah dapat menyebabkan noda hasil pemisahan menjadi tidak jelas akibat kerusakan noda oleh panas yang dihasilkan tegangan listrik searah yang tinggi. Noda-noda hasil pemisahan elektroforesis tidak terlalu jelas memisah.

artikel ini dikutip dari buku karangan sumar handayana, Ph.D.

Thursday, May 31, 2012

MSDS Etil Asetat


Etil Asetat
Untuk mencari MSDS Etil Asetat, silahkan lihat dibawah ini :
SIFAT FISIKA dan KIMIA
Keadaan fisik dan penampilan: Cairan.
Bau: Ethereal. Fruity. (Slight.)
Rasa: pahit, anggur seperti rasa terbakar
Berat Molekul: 88,11 g / mol
Warna: tak berwarna.
Titik Didih: 77 ° C (170,6 ° F)
Melting Point: -83 ° C (-117,4 ° F)
Kritis Suhu: 250 ° C (482 ° F)
Spesifik Gravity: 0,902 (Air = 1)
Tekanan Uap: 12,4 kPa (@ 20 ° C)
Kepadatan uap: 3.04 (udara = 1)
Bau Threshold: 3,9 ppm
Air / Minyak Dist. . Coeff: Produk ini lebih mudah larut dalam minyak; log (minyak / air) = 0,7
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air, dietil eter, aseton.
Kelarutan: Larut dalam air dingin, air panas, dietil eter, aseton, alkohol, benzena.
Stabilitas: Produk ini stabil.
Kondisi Ketidakstabilan: Panas, pengapian sumber (api, bunga api, statis), bahan yang tidak kompatibel
Ketidakcocokan dengan berbagai zat: Reaktif dengan agen oksidasi, asam, alkali.
Korosivitas: Non-korosif pada kaca.
Keterangan khusus tentang Reaktivitas: Juga tidak sesuai dengan nitrat, asam klorosulfonat, oleum, kalium-ters-butoksida, dan tetrahydroaluminate lithium. Embun sensitif. Pada penyimpanan, perlahan-lahan terurai oleh air.

PENANGANAN :
Kontak Mata:
Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Dalam kasus terjadi kontak, segera siram mata dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kontak Kulit :

Dalam kasus terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit dengan mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutupi kulit yang teriritasi dengan yg sesuatu melunakkan. Air dingin mungkin dapat digunakan pakaian.cuci sebelum digunakan kembali. benar-benar bersih sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kulit Serius :
Cuci dengan sabun desinfektan dan menutupi kulit terkontaminasi dengan krim anti-bakteri. Mencari medis segera
Inhalasi:
Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan segera perhatian medis.
Serius Terhirup:
Evakuasi korban ke daerah yang aman secepatnya. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. jika sulit bernapas, beri oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan pernafasan dari mulut ke mulut.
PERINGATAN: 
Ini mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan lewat mulut ke mulut (resusitasi) bila bahan dihirup adalah racun, infeksi atau korosif. Cari bantuan medis segera.
Tertelan:

JANGAN mengusahakan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh personel medis. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada korban yang sadar. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul.

sumber diambil dari situs science-lab.com

MSDS Asam Klorida


Asam Klorida
Asam klorida atau bisa disebut HCl mempunyai MSDS dibawah ini :

SIFAT FISIKA dan KIMIA
Keadaan fisik dan penampilan: Cairan.
Bau: pedas. Iritasi (Strong.)
Warna: tak berwarna menyala kuning.
pH (1% soln / air): Asam.
Titik Didih: 108.58 C @ 760 mmHg (untuk 20,22% HCl dalam air) 83 C @ 760 mmHg (untuk 31% HCl dalam air) 50,5 C (untuk 37% HCl dalam air)
Melting Point: -62,25 ° C (-80 ° F) (20,69% HCl dalam air) -46,2 C (31,24% HCl dalam air) -25,4 C (39,17% HCl dalam air)
Spesifik Gravity: 1,1-1,19 (Air = 1) 1.10 (20% dan 22% HCl solusi) 1,12 (24% HCl solusi) 1,15 (29,57% HCl solusi) 1,16 (32% HCl solusi) 1,19 (37% dan 38% HCl solusi)
Tekanan Uap: 16 kPa (@ 20 ° C) rata-rata
Kepadatan uap: 1,267 (Air = 1)
Bau Threshold: 0,25 sampai 10 ppm
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air, dietil eter.
Kelarutan: Larut dalam air dingin, air panas, dietil eter.
Stabilitas: Produk ini stabil.
Kondisi Ketidakstabilan: bahan yang tidak kompatibel, air Ketidakcocokan dengan berbagai zat:
Sangat reaktif dengan logam. Reaktif dengan agen oksidasi, bahan organik, alkali, air.
Korosivitas: Sangat korosif di hadapan aluminium, tembaga, stainless steel (304), dari stainless steel (316). Non-korosif terhadap kaca.
Keterangan khusus tentang Reaktivitas: Bereaksi dengan air terutama ketika air ditambahkan ke produk. Penyerapan gas hidrogen klorida pada merkuri sulfat menjadi kekerasan @ 125 deg. Natrium C. bereaksi sangat hebat dengan hidrogen klorida gas. Kalsium fosfida dan asam klorida mengalami reaksi yang sangat energik. Bereaksi dengan oksidasi melepaskan gas klorin. Tidak kompatibel dengan, alkali logam, karbida, borida, oksida logam, vinil asetat, acetylides, sulfida, phosphides, sianida, karbonat. Bereaksi dengan kebanyakan logam untuk menghasilkan gas Hidrogen mudah terbakar. Bereaksi hebat (reaksi moderat dengan panas evolusi) dengan
air air terutama ketika ditambahkan ke produk. Isolat hidrogen klorida dari panas, sinar matahari langsung, alkali (bereaksi keras), bahan organik, dan oksidasi (terutama asam nitrat dan klorat), amina, logam, tembaga dan paduan (misalnya kuningan), hidroksida, seng (bahan galvanis), lithium silisida (lampu pijar), asam sulfat (peningkatan suhu dan tekanan) gas hidrogen klorida dipancarkan bila produk berada dalam kontak dengan asam sulfat. Adsorpsi klorida Asam ke hasil silikon dioksida dalam reaksi exothmeric. Hidrogen klorida menyebabkan aldehid dan epoksida untuk polimerisasi keras.
Hidrogen klorida atau asam klorida dalam kontak dengan folloiwng dapat menyebabkan ledakan atau kunci kontak pada kontak atau Keterangan khusus pada korosivitas: Sangat korosif. Tidak kompatibel dengan paduan tembaga dan tembaga. Hal ini menyerang hampir semua logam (merkuri, emas, platinium, tantalum, perak, dan beberapa paduan pengecualian). Ini adalah salah satu yang paling korosif dari asam nonoxidizing kontak dengan paduan tembaga. Tidak ada data korosivitas pada seng, baja. Parah Korosif efek pada kuningan dan perunggu. Polimerisasi: Tidak akan terjadi.

PENANGANAN :
Kontak Mata:
Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Dalam kasus terjadi kontak, segera siram mata dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kontak Kulit :

Dalam kasus terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit dengan mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutupi kulit yang teriritasi dengan yg sesuatu melunakkan. Air dingin mungkin dapat digunakan pakaian.cuci sebelum digunakan kembali. benar-benar bersih sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kulit Serius :
Cuci dengan sabun desinfektan dan menutupi kulit terkontaminasi dengan krim anti-bakteri. Mencari medis segera
Inhalasi:
Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan segera perhatian medis.
Serius Terhirup:
Evakuasi korban ke daerah yang aman secepatnya. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. jika sulit bernapas, beri oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan pernafasan dari mulut ke mulut.
PERINGATAN: 
Ini mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan lewat mulut ke mulut (resusitasi) bila bahan dihirup adalah racun, infeksi atau korosif. Cari bantuan medis segera.
Tertelan:

JANGAN mengusahakan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh personel medis. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada korban yang sadar. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul.
sumber diambil dari situs science-lab.com

Model Atom Niels Bohr

Model Atom Niels Bohr
Model Atom Niels Bohr : Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis.
Hipotesis Bohr adalah;
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.
Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron. Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr.

Model Atom Thomson dan Rutherford

JJ. Thomson
Model Atom Thomson
Model Atom Thomson : Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson,eksperimen yang dilakukannya tabung sinar kotoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron.
Thomson mengusulkan model atom seperti roti kismis atau kue onde-onde. Suatu bola pejal yang permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan positif sehingga atom bersifat netral. Model atom Thomson seperti roti kismis Kelemahan model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

Model Atom Rutherford
Model Atom Rutherford : Eksperimen yang dilakukan Rutherford adalah penembakan lempeng tipis dengan partikel alpha. Ternyata partikel itu ada yang diteruskan, dibelokkan atau dipantulkan. Berarti di dalam atom terdapat susunan-susunan partikel bermuatan positif dan negatif.
Hipotesa dari Rutherford adalah atom yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom. Model atom Rutherford seperti tata surya. Model atom Rutherford seperti tata surya. Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.
Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar.
Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.

Model Atom Dalton

Dalton
1. Model Atom Dalton
John Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan
hukum perbandingan tetap (Proust).
Teori yang diusulkan Dalton:
a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
b. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
c. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
d. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Model Atom Dalton
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti ada tolak peluru.
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.
Showing posts with label materi kimia. Show all posts
Showing posts with label materi kimia. Show all posts

Wednesday, October 24, 2012

Transisi elektronik pada tingkat energi dalam suatu molekul

Transisi elektronik yang terjadi diantara tingkat-tingkat energi didalam suatu molekul ada 4 yaitu
1. sigma => sigma star
pada transisi ini energi yang diperlukan besarnya sesuai dengan energi sinar yang frekuensinya terletak diantara UV vakum (kurang dari 180 nm). misal jenis ikatan C-H mempunyai pita serapan elektron sigma pada panjang gelombang 125 nm, sementara etana mempunyai pita serapan 135 nm yakni untuk transisi elektron C-C. kekuatan ikatan C-C pada etana lebih kecil dibanding dengan C-H pada metana sehingga energi yang diperlukan juga lebih kecil. akibat pita serapannya terjadi pada panjang gelombang yang besar (ingat panjang gelombang berbanding terbalik dengan energi). jenis transisi ini kurang bermanfaat untyk analisis dengan spektrofotometri UV-Vis
2. non bonding elektron => sigma star
terjadi pada senyawa organik jenuh yang mengandug atom-atom yang memiliki elektron bukan ikatan (elektron n). energi yang diperlukan untuk transisi ini lebih kecil dari pada transisi no.1. sehingga sinar yang diserap mempunyai panjang gelombang lebih panjang yakni 150-250 nm.
3 dan 4. non bonding elektron => phi star dan phi ke => phi star
untuk memungkinkan terjadinya transisi ini senyawa kimia harus memunyai gugus fungsional yang tidak jenuh sehingga ikatan rangkap dalam gugus tersebut memberikan orbital phi yang diperlukan. jenis transisi ini yang paling cocok untuk analisis obat sebab sesuai dengan panjang gelombang antara 200-700 nm, dan panjang gelombang ini dapat diaplikasikan pada spektrofotometer.

diambil dari buku radiasi elektromagnetik, spektrofotometri UV-Vis dan spektrofotometri infra merah oleh ROIHATUL MUTI'AH, M.JES, APT 

Monday, August 27, 2012

Pembuatan Yoghurt Versi Mahasiswa

Yoghurt versi mahasiswa
Pada kehidupan mahasiswa kita sering menjumpai produk susu hasil fermentasi yang dikemas dalam wadah kecil, produk itu biasa dipanggil dengan sebutan YOGHURT. Yoghurt adalah suatu produk bernilai tinggi yang berasal dari susu sapi murni/asli (belum dicampuri apapun) yang kemudian diproses lebih lanjut. disamping harga jual yang tinggi, ternyata yoghurt juga memiliki banyak sekali manfaat dibandingkan dengan susu asli loh. salah satunya yaitu bisa mengobati rasa nyeri ketika datang haid, bisa melangsingkan tubuh (katanya sih) dan banyak lagi yang tidak mungkin penulis tulis semua disini. langsung saja
Dari sini penulis akan memberikan hal-hal yang perlu disiapkan sebelum kita memulai pada proses pembuatan yoghurt.
1. beli produk yoghurt di toko terdekat, biasanya saya beli di indomart atau di mal, ada yang dalam bentuk cair dan ada yang krim. (nama produknya terserah), misalnya produk A yang krim berisi 100 ml
2. siapkan gula putih yang sudah dicairkan (biar lebih mudah tercampur)
3. mangkuk kecil (untuk kemasan yoghurt nya)
4. tisu (sebagai tutup waktu pendiaman yogurt selama 24 jam)

Cara pembuatan yoghurt versi mahasiswa :
1. siapkan susu sapi asli dan murni (belum dicampuri apapun) sebanyak 1 liter
2. panaskan pada suhu 70 derajat celcius (bahasa umumnya : tidak sampai mendidih)
3. taruh diwadah dan biarkan sampai dingin
4. tuangkan yoghurt produk A  (krim) 100 ml ke dalam susu (sebagai starter)
5. beri gula secukupnya
6. taruh dalam wadah dan tutup dengan tisu atau kain (pokoknya yang ada sirkulasi udara)
7. diamkan selama 24 jam
8. terdapat dua lapisan (bawah : yoghurt cair, atas : yoghurt krim)
9. yoghurt krim bisa dijadikan sebagai starter untuk pembuatan yoghurt selanjutnya
10.yoghurt cair bisa dimasukkan kedalam kemasan dan dihiasi dengan irisan kecil buah atau mungkin agar-agar (biar lebih menarik)

Nb : pokoknya dalam pemberian yoghurt (no.4) itu 1 berbanding 10 dengan jumlah susunya, kalau susunya 1 liter maka yoghurt krimnya 100 ml. ok

Sunday, July 29, 2012

Kromatografi Kolom dan Permasalahnnya


Kromatografi Kolom
Kromatografi merupakan salah satu metode pemisahan kromatografi konvnsional yang bersejarah karena dari sinilah bermula metode kromatografi. Gambar disamping memperlihatkan diagram pemisahan kromatografi kolom. Kolom gelas dengan kran pada slah satu ujungnya didisi oleh fasa diam berupa silica atau alumina. Ukuran diameter partikl fasa diam berkisar 100 µm. Campuran yang akan dipisahkan dituangkan pada bagian atas kolomyang berisi fasa diam. Begitu pula fasa gerak berupa pelarut organik seperti heksan atau eter dialirkan dari bagian atas kolom. Komponen-komponen yang telah terpisah dari campurannyabergerak terbawa fasa gerak ke bawah kolom. Jumlah komponen penyusun campurandapat terlihat sebagai cincin-cincin berwarna sepanjang kolom gelas. Akhirnya, komponen-komponen campuran dari meninggalkan kolom gelas satu persatudan dapat ditampung pada tempat yang berbeda.
Metode pemisahan kromatografi kolom ini memerlukan bahan kimia yang cukup banyak sebagai fasa diam dan fasa gerak, bergantung pada ukuran kolom gelas. Untuk melakukan pemisahan campuran dengan metode kromatografi kolom diperlukan waktu yang relatif lama, bisa berjam-jam hanya untuk memisahkan satu campuran. Selain itu, hasil pemisahan kurang jelas artinya kadang-kadang sukar mendapatkan pemisahan secara sempurna karena pita komponen yang satu bertumpang tindih dengan komponen lainnya. Masalah waktu yang lama disebabkan laju alir fasa gerak hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Ukuran diameter partikel yang cukup besar membuat luas pemukaan fasa diam relatif keci sehingga tempat untuk brinteraksi antara komponen-komponen dengan fasa diam menjadi terbatas. Apabila ukuran diameter partikel diperkecil supaya luas permukaan fasa diam bertambah maka menyebabkan semakin lambatnya aliran fasa gerak atau fasa gerak tidak mengalir sama sekali. Selain itu fasa diam yang sudah terpakai tidak dapat digunakan lagi untuk pemisahan campuran yang lain karena sukar meregenerasi fasa diam.

artikel ini diambil dari buku sumar hendayana, Ph.D.

Elektroforesis dan Permasalahannya


Elektroforesis
Berbeda dengan metode kromatografi, metode pemisahan elektroforesis memanfaatkan karaktristik medan listrik. Sumber arus searah bertegangan bsar merupakan salah satu komponen utama dalam metode elektroforesis. Larutan buffer diperlukan sebagai larutan elektrolit untuk menghantarkan arus listrik. Larutan buffer juga berperan menjaga pH karena muatan partikel komponen bergantung pada pH. Kertas saring atau gel bertindak sebagai media dalam percobaan elektroforesis. Gambar disamping memperlihatkan pemisahan dengan metode elektroforesis.
Campuran asam amino atau protein dapat dipisahkan dengan metode elektroforesis. Asam amino bisa bermuatan positif, negatif atau netral brgantung pada kondisi pH larutan. Ketiga jenis muatan asam amino bisa berada bersama-sama bila larutan asam amino dikondisikan pada harga pH tertentu dan kita bisa mengontrolnya melalui pengetahuan harag titik isoelektrik suatu asam amino. Sebagai contoh, glisin mempunyai harga titik isoelektrik 5,97 yang berarti pada pH 5,97glisin bersifat netral. Glisin bermuatan positif pada pH larutan dibawah 5,97, sebaliknya glisin bermuatan negatif pada pH diatas 5,97.
Biasanya analisis klinis elektroforesis serum dilakukan pada media krtas selulosa asetat dengan pH buffer 8,6. Pada pH ini semua protein  serum normal bermuatan negatif dan dalam sel elektroforesis semua protein bergerak ke anoda.
Pemisahan melalui metode elektroforesis memerlukan waktu yang relatif lama dalam kisaran jam. Kecepatan pemisahan dapat ditingkatkan melalui penambahan tegangan listrik searah yang digunakan. Akan tetapi, peningkatan tegangan listrik searah dapat menyebabkan noda hasil pemisahan menjadi tidak jelas akibat kerusakan noda oleh panas yang dihasilkan tegangan listrik searah yang tinggi. Noda-noda hasil pemisahan elektroforesis tidak terlalu jelas memisah.

artikel ini dikutip dari buku karangan sumar handayana, Ph.D.

Thursday, May 31, 2012

MSDS Etil Asetat


Etil Asetat
Untuk mencari MSDS Etil Asetat, silahkan lihat dibawah ini :
SIFAT FISIKA dan KIMIA
Keadaan fisik dan penampilan: Cairan.
Bau: Ethereal. Fruity. (Slight.)
Rasa: pahit, anggur seperti rasa terbakar
Berat Molekul: 88,11 g / mol
Warna: tak berwarna.
Titik Didih: 77 ° C (170,6 ° F)
Melting Point: -83 ° C (-117,4 ° F)
Kritis Suhu: 250 ° C (482 ° F)
Spesifik Gravity: 0,902 (Air = 1)
Tekanan Uap: 12,4 kPa (@ 20 ° C)
Kepadatan uap: 3.04 (udara = 1)
Bau Threshold: 3,9 ppm
Air / Minyak Dist. . Coeff: Produk ini lebih mudah larut dalam minyak; log (minyak / air) = 0,7
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air, dietil eter, aseton.
Kelarutan: Larut dalam air dingin, air panas, dietil eter, aseton, alkohol, benzena.
Stabilitas: Produk ini stabil.
Kondisi Ketidakstabilan: Panas, pengapian sumber (api, bunga api, statis), bahan yang tidak kompatibel
Ketidakcocokan dengan berbagai zat: Reaktif dengan agen oksidasi, asam, alkali.
Korosivitas: Non-korosif pada kaca.
Keterangan khusus tentang Reaktivitas: Juga tidak sesuai dengan nitrat, asam klorosulfonat, oleum, kalium-ters-butoksida, dan tetrahydroaluminate lithium. Embun sensitif. Pada penyimpanan, perlahan-lahan terurai oleh air.

PENANGANAN :
Kontak Mata:
Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Dalam kasus terjadi kontak, segera siram mata dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kontak Kulit :

Dalam kasus terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit dengan mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutupi kulit yang teriritasi dengan yg sesuatu melunakkan. Air dingin mungkin dapat digunakan pakaian.cuci sebelum digunakan kembali. benar-benar bersih sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kulit Serius :
Cuci dengan sabun desinfektan dan menutupi kulit terkontaminasi dengan krim anti-bakteri. Mencari medis segera
Inhalasi:
Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan segera perhatian medis.
Serius Terhirup:
Evakuasi korban ke daerah yang aman secepatnya. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. jika sulit bernapas, beri oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan pernafasan dari mulut ke mulut.
PERINGATAN: 
Ini mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan lewat mulut ke mulut (resusitasi) bila bahan dihirup adalah racun, infeksi atau korosif. Cari bantuan medis segera.
Tertelan:

JANGAN mengusahakan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh personel medis. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada korban yang sadar. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul.

sumber diambil dari situs science-lab.com

MSDS Asam Klorida


Asam Klorida
Asam klorida atau bisa disebut HCl mempunyai MSDS dibawah ini :

SIFAT FISIKA dan KIMIA
Keadaan fisik dan penampilan: Cairan.
Bau: pedas. Iritasi (Strong.)
Warna: tak berwarna menyala kuning.
pH (1% soln / air): Asam.
Titik Didih: 108.58 C @ 760 mmHg (untuk 20,22% HCl dalam air) 83 C @ 760 mmHg (untuk 31% HCl dalam air) 50,5 C (untuk 37% HCl dalam air)
Melting Point: -62,25 ° C (-80 ° F) (20,69% HCl dalam air) -46,2 C (31,24% HCl dalam air) -25,4 C (39,17% HCl dalam air)
Spesifik Gravity: 1,1-1,19 (Air = 1) 1.10 (20% dan 22% HCl solusi) 1,12 (24% HCl solusi) 1,15 (29,57% HCl solusi) 1,16 (32% HCl solusi) 1,19 (37% dan 38% HCl solusi)
Tekanan Uap: 16 kPa (@ 20 ° C) rata-rata
Kepadatan uap: 1,267 (Air = 1)
Bau Threshold: 0,25 sampai 10 ppm
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air, dietil eter.
Kelarutan: Larut dalam air dingin, air panas, dietil eter.
Stabilitas: Produk ini stabil.
Kondisi Ketidakstabilan: bahan yang tidak kompatibel, air Ketidakcocokan dengan berbagai zat:
Sangat reaktif dengan logam. Reaktif dengan agen oksidasi, bahan organik, alkali, air.
Korosivitas: Sangat korosif di hadapan aluminium, tembaga, stainless steel (304), dari stainless steel (316). Non-korosif terhadap kaca.
Keterangan khusus tentang Reaktivitas: Bereaksi dengan air terutama ketika air ditambahkan ke produk. Penyerapan gas hidrogen klorida pada merkuri sulfat menjadi kekerasan @ 125 deg. Natrium C. bereaksi sangat hebat dengan hidrogen klorida gas. Kalsium fosfida dan asam klorida mengalami reaksi yang sangat energik. Bereaksi dengan oksidasi melepaskan gas klorin. Tidak kompatibel dengan, alkali logam, karbida, borida, oksida logam, vinil asetat, acetylides, sulfida, phosphides, sianida, karbonat. Bereaksi dengan kebanyakan logam untuk menghasilkan gas Hidrogen mudah terbakar. Bereaksi hebat (reaksi moderat dengan panas evolusi) dengan
air air terutama ketika ditambahkan ke produk. Isolat hidrogen klorida dari panas, sinar matahari langsung, alkali (bereaksi keras), bahan organik, dan oksidasi (terutama asam nitrat dan klorat), amina, logam, tembaga dan paduan (misalnya kuningan), hidroksida, seng (bahan galvanis), lithium silisida (lampu pijar), asam sulfat (peningkatan suhu dan tekanan) gas hidrogen klorida dipancarkan bila produk berada dalam kontak dengan asam sulfat. Adsorpsi klorida Asam ke hasil silikon dioksida dalam reaksi exothmeric. Hidrogen klorida menyebabkan aldehid dan epoksida untuk polimerisasi keras.
Hidrogen klorida atau asam klorida dalam kontak dengan folloiwng dapat menyebabkan ledakan atau kunci kontak pada kontak atau Keterangan khusus pada korosivitas: Sangat korosif. Tidak kompatibel dengan paduan tembaga dan tembaga. Hal ini menyerang hampir semua logam (merkuri, emas, platinium, tantalum, perak, dan beberapa paduan pengecualian). Ini adalah salah satu yang paling korosif dari asam nonoxidizing kontak dengan paduan tembaga. Tidak ada data korosivitas pada seng, baja. Parah Korosif efek pada kuningan dan perunggu. Polimerisasi: Tidak akan terjadi.

PENANGANAN :
Kontak Mata:
Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Dalam kasus terjadi kontak, segera siram mata dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kontak Kulit :

Dalam kasus terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit dengan mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutupi kulit yang teriritasi dengan yg sesuatu melunakkan. Air dingin mungkin dapat digunakan pakaian.cuci sebelum digunakan kembali. benar-benar bersih sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kulit Serius :
Cuci dengan sabun desinfektan dan menutupi kulit terkontaminasi dengan krim anti-bakteri. Mencari medis segera
Inhalasi:
Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan segera perhatian medis.
Serius Terhirup:
Evakuasi korban ke daerah yang aman secepatnya. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. jika sulit bernapas, beri oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan pernafasan dari mulut ke mulut.
PERINGATAN: 
Ini mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan lewat mulut ke mulut (resusitasi) bila bahan dihirup adalah racun, infeksi atau korosif. Cari bantuan medis segera.
Tertelan:

JANGAN mengusahakan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh personel medis. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada korban yang sadar. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul.
sumber diambil dari situs science-lab.com

Model Atom Niels Bohr

Model Atom Niels Bohr
Model Atom Niels Bohr : Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis.
Hipotesis Bohr adalah;
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.
Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron. Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr.

Model Atom Thomson dan Rutherford

JJ. Thomson
Model Atom Thomson
Model Atom Thomson : Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson,eksperimen yang dilakukannya tabung sinar kotoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron.
Thomson mengusulkan model atom seperti roti kismis atau kue onde-onde. Suatu bola pejal yang permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan positif sehingga atom bersifat netral. Model atom Thomson seperti roti kismis Kelemahan model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

Model Atom Rutherford
Model Atom Rutherford : Eksperimen yang dilakukan Rutherford adalah penembakan lempeng tipis dengan partikel alpha. Ternyata partikel itu ada yang diteruskan, dibelokkan atau dipantulkan. Berarti di dalam atom terdapat susunan-susunan partikel bermuatan positif dan negatif.
Hipotesa dari Rutherford adalah atom yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom. Model atom Rutherford seperti tata surya. Model atom Rutherford seperti tata surya. Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.
Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar.
Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.

Model Atom Dalton

Dalton
1. Model Atom Dalton
John Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan
hukum perbandingan tetap (Proust).
Teori yang diusulkan Dalton:
a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
b. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
c. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
d. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Model Atom Dalton
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti ada tolak peluru.
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.

 

Pesantren Modern al-Amanah

My Visitors

free counters

Translate

Popular Posts

Followers

MyFreeCopyright.com Registered & Protectedfor copyright
 

Templates by Profile Link Services | website template | article spinner by Blogger Templates